Breaking News

Selasa, 17 Juli 2018

Sungguh keji, 200 an buaya tak berdosa di bunuh

Sebanyak 292 ekor buaya dibantai oleh ratusan warga di sebuah penangkaran di Jalan Bandara, SP 1, Kelurahan Klamalu, Kecamatan Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Sabtu (14/7/2018).

 Kapolsek Aimas Kompol Emi Fenetyruma mengatakan, saat ini ratusan buaya yang telah dibantai warga dikuburkan di lokasi kejadian. "Saat ini kami tengah menunggu pengelola dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Konservasi Sorong untuk membahas langkah-langkah selanjutnya," tutur Emi saat dihubungi, Minggu (15/7/2018)

seorang warga setempat yang melihat peristiwa itu, mengatakan, aksi itu spontan dilakukan warga yang marah kepada pemiliknya karena membangun penangkaran buaya di kawasan pemukiman warga. 

Bahkan warga kerap ketakutan berada di sekitar lokasi penangkaran karena penangkaran dan ladang pertanian warga hanya dibatasi dengan pagar seng. Warga khawatir, pagar seng mudah sekali dilewati buaya.

 "Harusnya penangkaran tidak ditempat terbuka dan jauh dari keramaian. Sebaiknya binatang seperti ini ditempatkan jauh dari lokasi pertanian ternak warga," tutur Warga setempat

Menurut dia, saat kejadian, warga leluasa masuk ke dalam penangkaran lantaran pintu penangkaran tak dikunci oleh pemiliknya yang saat itu tidak sedang berada di tempat. 
Saat itu, warga langsung mengejar sepasang buaya yang berukuran besar kira-kira sepanjang dua meter lebih. 
Setelah berhasil ditangkap, warga kemudian mengikat dan menyeret buaya tersebut keluar penangkaran lalu beramai-ramai menikamnya hingga mati.

Bahkan, polisi yang tiba di TKP tak mampu meredam emosi warga. Polisi, lanjut dia, hanya diam menyaksikan warga membantai satu per satu buaya, dari yang berusia bayi hingga dewasa. Total buaya yang mati sebanyak 292 ekor.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikuburkan, Ratusan Buaya yang Dibantai Warga di Sorong", https://regional.kompas.com/read/2018/07/15/19332221/dikuburkan-ratusan-buaya-yang-dibantai-warga-di-sorong
Penulis : Kontributor Jayapura, John Roy Purba
Editor : Caroline Damanik
Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates